Keluarga Sehat

Bayi BAB Berdarah, Apa Saja Penyebabnya?

keluarga balitanesia, kenapa bayi BAB berdarah? Para orang tua pasti panik saat melihat si kecil mengalami hal ini, apalagi pada bayi di bawah 6 bulan. Bukan hal yang aneh jika langsung panik saat melihat darah BAB si kecil. Walau begitu, ternyata BAB berdarah pada bayi tidak selalu menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Bahkan pada beberapa kondisi, hal itu justru wajar.

Saat kita melihat adanya darah dan juga warna kemerahan pada BAB si kecil, coba perhatikan tekstur dan banyaknya darah pada fesesnya. Juga perhatikan kondisi kesehatan bayi. Kita harus memahami aneka penyebabnya sehingga kelak bisa menentukan kapan harus membawanya ke dokter, supaya dapatkan penanganan medis.

Penyebab Bayi BAB Berdarah

Ternyata ada berbagai penyebab terjadinya BAB berdarah pada bayi, antara lain adalah :

Karena Asupan Makanan

Kita tahu jika sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan supaya sempurna. Tak heran jika kemudian ada makanan dan minuman, juga obat yang tak mampu mereka cerna dengan baik. Itu juga yang menyebabkan muncul tekstur atau warna yang aneh pada tinja bayi, sesuai dengan apa yang masuk dalam perut mereka. Bisa saja tinja bayi berwarna merah karena ia mengonsumsi makanan dengan warna merah yang pekat, contoh buah naga, tomat dan bit. Jadi saat menemukan warna merah pada tinjanya, sebaiknya periksa apakah itu benar-benar darah atau hanya makanannya.

Sembelit dan Fisura Ani Sebabkan Bayi BAB Berdarah

Memang semua bayi bisa mengalami sembelit, namun bayi yang menyusu susu fomula dan baru mulai MPASI sering mengalami hal ini. Karena sembelit, maka feses sulit untuk keluar, membuat bayi secara alamiah jadi mengejan. Saat mengejan, maka akan muncul luka serta sobekan kecil pada area anus si kecil. Hal ini kita kenal juga sebagai fisura ani, sehingga bisa menimbulkan bercak darah. Apabila kondisi ini berkepanjangan, maka bisa menyebabkan anak jadi ambeien.

Karena Ruam Popok

Ternyata ketika bayi mengalami ruam popok, maka kita bisa menemukan darah pada popoknya, bahkan pada tinja si kecil. Sebab kulit yang lecet, bisa saja mengeluarkan darah, apalagi pada bagian pantat dan anus.

Bayi Alergi Susu

Sebab beberapa bayi memiliki alergi terhadap susu, umumnya susu formula. Namun tak sedikit pula bayi yang mengalami alergi dengan susu soya, bahkan ASI sekalipun. Ternyata bayi dengan kondisi alergi susu tersebut, jika ia mengonsumsinya maka kandungan pada susu yang konsumsi dapat menyebabkan peradangan pada saluran cernanya. Jika hal itu terjadi, maka bayi BAB berdarah.

Mengalami Infeksi Usus

Dalam beberapa kasus yang terjadi, adanya darah dalam tinja si kecil jadi ciri adanya infeksi bakteri dan virus, bahkan bisa juga parasit lho. Sehingga bisa menyebabkan peradangan usus, akibatnya BAB pun mengeluarkan darah. Tak hanya tinja yang bercampur darah, namun bisa juga berbusa dan berlendir, bayi juga jadi rewel sekali.

Bagaimana cara mengatasinya? Caranya dengan memastikan menu makanan yang akan mereka santap. Apabila BAB berdarah tersebut berbarengan dengan diare, maka pastikan si kecil selalu terhidrasi dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button