Hidup SehatTips Sehat

Gejala Keracunan Makanan dan Cara Mengobatinya

keluarga balitanesia, saat salah makan sesuatu dan muncul gejala keracunan makanan, apa yang harus kita lakukan? Ada beberapa cara mengobatinya. Kita tahu jika keracunan makanan dasarnya tak akan fatal akibatnya. Namun jangan anggap sepele dan mengabaikan gejalanya. Sebab dalam beberapa kasus, malah keracunan makanan bisa menyebabkan masalah yang serius, bahkan sampai kematian.

Bagaimana bisa terjadi keracunan makanan? Hal ini bisa terjadi ketika seseorang makan makanan yang terkontaminasi. Baik itu kontaminasi bakteri, parasit maupun virus. Semua orang bisa mengalami keracunan makanan, akan tetapi pada anak dan bayi hal ini lebih rentan bahayanya.

Bagaimana Gejala Keracunan Makanan

Setelah kita mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, maka gejala keracunan tersebut bisa langsung muncul. Namun ada juga yang gejalanya baru muncul setelah beberapa jam, dan bahkan beberapa hari kemudian. Lalu apa saja gejala keracunan makanan yang sering sekali terjadi?

Tubuh terasa lemah dan kurang nafsu makan,

Sakit perut atau kram perut

Mual-mual dan muntah

Demam dan sakit kepala

Diare

Dalam beberapa kasus yang sudah parah, maka gejala akan bertambah dengan muntah dan diare yang parah. Juga akan mengalami demam lebih dari 39 derajat. Pasien juga sulit untuk bicara dan dalam urin terdapat darah atau hematuria.

Bagaimana Cara Mengobati Keracunan di Rumah

Pada umumnya, keracunan makanan tak akan membutuhkan pengobatan secara khusus. Sebab mereka bisa sembuh dengan sendirinya, asal racun yang masuk dalam tubuh sudah keluar. Selain itu pastikan juga kita selalu memenuhi cairan tubuh, supaya tidak mengalami dehidrasi. Kita bisa meminum oralit, air kelapa, bisa juga minuman isotonik yang membantu untuk menggantikan cairan yang hilang. Namun yang paling sederhana namun tetap bermanfaat adalah air putih.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk meredakan gejala keracunan :

Makanlah makanan yang rendah lemak, misalnya nasi dan sop bening, bisa juga mengonsumsi roti, pisang atau sereal. Jangan konsumsi makanan pedas dulu. Hindari konsumsi minuman berkafein dan minuman beralkohol. Tidur dan istirahat yang cukup. Apabila gejala keracunan makanan menjadi semakin parah, maka segeralah periksakan diri ke dokter terdekat. Supaya kita bisa dapatkan penanganan yang paling benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button