Hidup Sehat

Mengenal Cacat Mata Pada Bayi

Keluarga balitanesia tentu ingin semua family member dalam keadaan sehat, tanpa cacat dan kurang apapun. Akan tetapi rencana Tuhan tak pernah bisa ditebak, bisa jadi buah hati terlahir dengan glaukoma kongenital atau cacat mata bawaan yang menimbulkan kerusakan pada mata bayi tersebut. Adanya kerusakan pada mata bayi akan sebabkan gangguan penglihatan bahkan kebutaan. Itulah kenapa, glaukoma kongenital baiknya ditangani dokter segera.

Setiap bola mata yang sehat pasti terdapat cairan bening yang selalu mengalir dan diserap oleh saluran yang merupakan pembuluh darah di dalam bola mata kita. Adapun fungsi cairan di dalam bola mata ini tak lain untuk memberikan nutrisi pada seluruh jaringan mata dan juga membuang kotoran pada mata kita.

Ketahui Tentang Glaukoma Kongenital

Apabila saluran ini tidak berfungsi dengan baik atau misal tersumbat sesuatu, maka cairan di dalam bola mata kelak menumpuk dan kemudian bisa meningkatkan tekanan pada bola mata kita. Jika tekanan di dalam bola mata kita terlalu tinggi, bisa-bisa kondisi tersebut dapat merusak saraf mata kita lho.

Demikian yang menyebabkan terjadinya penyakit glaukoma yang disebutkan di atas. Walau penyakit ini terjadi pada orang dewasa dan lansia, namun dalam beberapa kasus tertentu, ternyata penyakit glaukoma juga dapat terjadi sejak lahir. Jadi glaukoma yang terjadi pada bayi baru lahir ini kemudian disebut dengan glaukoma kongenital.

Penyebab dan Gejala Glaukoma Kongenital

Sebenarnya penyebab terjadinya glaukoma kongenital belum diketahui secara pasti. Hanya saja ada beberapa faktor yang diketahui, misalnya seperti faktor genetik atau misalnya si bayi memiliki orang tua yang menderita glaukoma sejak bayi, dugaan terbesar dapat meningkatkan risiko bayi untuk terlahir dengan kondisi yang sama.

Lalu bagaimana ciri-ciri bayi yang menderita penyakit mata tersebut? Berikut adalah gejalanya yang harus diwaspadai ;

Bayi sering mengeluarkan air mata
Kesulitan untuk membuka mata
Saat di tempat terang sering menutup kedua atau salah satu matanya
Kelopak matanya kaku (spase)
Keruh kornea matanya
Salah satu atau kedua korneanya lebih besar dibanding ukuran normal pada umumnya
Mata si kecil merah

Apabila si kecil memiliki gejala tersebut, baiknya segera bawa ke dokter untuk diperiksakan lebih lanjut.

Begini Langkah Penanganan Glaukoma Kongenital

Supaya bisamendiagnosis glaukoma kongenital, maka dokter akan melakukan pemeriksaan mata bayi keseluruhan. Adapun pemeriksaan tersebut telah mencakup pergerakan bola mata, dilanjutkan mengukur tekanan bola mata, serta kondisi saraf mata bayi.

Apabila hasil pemeriksaan kemudian menunjukkan bahwa bayi menderita glaukoma, tentu saja penanganan perlu dilakukan. Di bawah adalah beberapa langkah penanganan glaukoma kongenital oleh tim medis :

Operasi

Yang pertama adalah operasi, dilakukan supaya bisa membuka dan juga memperbaiki saluran drainase cairan yang ada dalam bola mata bayi kita. Tak hanya dengan pembedahan mata konvensional, namun pembedahan pada mata bisa dilakukan menggunakan bedah laser juga.

Memberikan obat-obatan

Apabila kondisi bayi tidak memungkinkan untuk menjalani operasi, maka dokter bisa memberikan pengobatan terlebih dahulu, supaya tekanan dalam bola mata bisa turun dulu.

Beberapa macam obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengobati glaukoma kongenital misalnya obat golongan beta blockers, contohnya adalah timolol. Selain itu carbonic anhydrase inhibitors, misalnya seperti acatezolamide. Obat tersebut akan diberikan dalam sediaan obat tetes mata dan obat oral juga.

BALITANESIA adalah media parenting yang berisi konten keluarga tentang anak, kesehatan, finansial, resep dan memes lucu untuk millennial parents di Indonesia.

Kemudian setelah operasi, maka kondisi mata bayi pun perlu dipantau secara berkala. Kelak setelah ia sudah cukup besar, bisa jadi ia mungkin akan membutuhkan kacamata, bisa juga lensa kontak untuk memperbaiki penglihatannya. jika ia mengalami gangguan pada penglihatannya.

Penting sekali mengenali gejala glaukoma sedini mungkin penting dilakukan, supaya kondisi ini bisa dapat ditangani sejak sedini mungkin. semakin dini maka semakin besar peluang supaya penglihatan si kecil terselamatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button